Kamis, 18 Agustus 2011

Yang Tak Sempat Terucap ..

Hari itu, antara lega dan haru kami berdiri dihadapan kalian dan dihadapanmu.
Menatap lekat mata kalian dan matamu, sang penerus.
Waktu itu memang benar terjadi.
Akhirnya kami melepas sang merah saga..
Melepas amanah yang sudah setahun bersinggah di pundak kami.
.
Entah apa yang kami tangisi,
Mungkin kelelehan yang kami sendiripun sampai tidak menyadari rasa lelah itu..
Atau mengingat sejuta rasa selama 1 tahun berjuang?

hhh...
Tidak. Aku tak sanggup bertahan lama dalam sujud itu.
Cukup.
Ku peluk sang rekan seperjuangan.
Tak mampu aku berucap, selain 'terimakasih'.
Ya, hanya itu yang mampu aku katakan.
Dulu, dialah yang berada di sampingku.
Merangkulku erat saat amanah itu tiba.

Kini, aku tatap lagi matamu yang sudah berair.
Aku pernah berada diposisimu, dan mungkin kita merasakan hal yang sama.
Dada seketika sesak, saat namamu kusebut sebagai penggantiku. Benar?
Kamu tau?


Berkali aku berpikir.. , kenapa dirimu?
Ya.. saat aku menatapmu, aku melihat sosok penerus yang akan lebih baik dariku.
Saat aku melihat kalian, aku melihat pionir pionir yang tangguh..
Kalian bisa lebih baik.
Bismillah..

Adikku, Saat itu tak ada yang sempat terucap, atau aku memang tak sanggup mengucapkannya..
Selamat berjuang..
Maafkan aku yang belum bisa menjadi kakak yang baik untuk kalian..
Perjuangan ini akan dirindukan.


-Pasca menjabat 240711-
ditulis: 260711



























2 komentar: