Saya pernah diceritakan dan membaca kisah ini, yang kurang lebih begini isinya:
'Suatu hari, Rasulallah sedang berkumpul bersama para sahabat di masjid.. Kemudian Rasulallah bertanya kepada mereka, "Menurut kalian, siapakah makhluk yang paling menakjubkan imannya?"
Kemudian para sahabat menjawab: "Malaikat, yaa Rasul" .
"Bagaimana mereka tidak beriman, sedangkan mereka berada di samping Tuhan mereka?",jawab Rasul.
"hemm.. kalau begitu,para nabi,yaa Rasulallah"..
"Bagaimana mereka tak beriman,, bukankah wahyu turun kepada mereka?"
"Kalau begitu... kami yaa Rasul! sahabat-sahabatmu"
“Bagaimana kalian tak beriman padaku padahal aku berada di tengah-tengah kalian? Bagaimana sahabat-sahabatku tidak beriman? Mereka menyaksikan apa yang mereka saksikan.”
Para sahabat pun bingung. Lalu siapa gerangan mereka yang dimaksud Baginda Besar Muhammad SAW?? Siapa makhluk yang paling menakjubkan imannya itu?
Para sahabat termangu menunggu jawaban beliau. Ahh, siapa sebenarnya makhluk yang kau puji itu??. Bibir Rasulallah bergetar,dan beliau menjawab:
"Orang yang paling menakjubkan imannya adalah kaum yang datang sesudahku. Yang beriman kepadaku, padahal mereka tak pernah melihat dan berjumpa denganku. Yang paling menakjubkan imannya adalah orang yang datang setelah aku tiada. Yang membenarkan aku padahal mereka tak pernah melihatku. Mereka adalah saudara-saudaraku.”'
Para sahabat terkejut,"Wahai Rasulallah,bukankah kami juga saudaramu?"
Rasul menjawab,"Benar, Kalian adalah sahabatku. Adapun saudaraku ialah mereka yang hidup setelahku. Yang beriman kepadaku padahal mereka tidak pernah melihatku. Merekalah yang beriman kepada yang ghaib. Mereka yang mengerjakan shalat dan menginfaqan harta mereka"
Kemudian beliau berkata dengan tatapan mata yang sayu,suara yang parau dan setitik air mata yang jatuh..
"Alangkah rindunya aku berjumpa dengan mereka. Alangkah beruntungnya aku bila dapat bertemu dengan saudara2 ku"
(Sabda Rasulallah: “Barangsiapa yang datang kepadaku dengan membawa shalawat kepadaku, aku akan memberinya syafaat di hari kiamat.”)---
NAH, Seringkali, saya berbicara dan bertanya pada diri sendiri bahwa KITA adalah orang-orang yang dilahirkan jauh setelah Rasulallah SAW meninggal. Iya ndak?
Dan di saat saya berada di titik tertentu (hehe) terbesit pertanyaan: "Kemana aku harus bertanya?. Dulu para sahabat dapat langsung menemui Rasul dan menanyakan apa saja yang mereka ingin ketahui. Segala hal yang mereka perdebatkan, dapat ditanyakan pada beliau dan akan diberikan jawabannya~". Sekilas pemikiran itu seperti rasa 'IRI'. Iya nggak sih?
Tapi akhirnya saya mengetahui, bahwa ternyata ada keistimewaan untuk KITA-umat yang di puji dan
sangat di rindukan oleh Manusia Mulia: Baginda Besar Muhammad SAW. Yang membuat para
sahabat cemburu.-
YA! Kita Umat yang hadir jauh setelah masa Rasulullah SAW.
Kita yang membuat Rasulallah menangis rindu.
Kita yang selalu di doakan Rasulallah dalam shalat beliau.
Bahkan...
Kita yang disebut-sebut beliau ketika Izrail mulai mencabut nyawanya.. "Ummatii..Ummatii..Ummatii.." (Umatku,Umatku,Umatku)
Tapi..
Yaa Rasulallah yang kucintai.. Siapalah kami?? Engkau merindukan kami padahal engkau belum pernah berjumpa dengan kami? Engkau merindukan Kami yang hidup 14 abad setelah kepergianmu?. Engkau mencintai kami padahal kami belum benar-benar bisa meneladani sifat-sifatmu~ Kami seringkali lalai futur dan mengingkari sunnah sunnah mu..
Yaa Rasulallah, pantaskah diri ini kau sebut sebagai saudaramu?
Begitu besar cintamu pada kami, melebihi cinta seorang ibu terhadap anak kandungnya~
Yaa Rasulallah, ana Uhibbuka.
Yaa Rasulallah, Kami rindu padamu~
Kami ingin berjumpa denganmu~
Ya wajihan ‘indallah, isyfa’lana ‘indallah
.
Wahai yang mulia di sisi Allah, berikanlah syafaat kepada kami di sisi Allah.
Allah, pertemukan kami dengan Rasul-Mu, di Surga Firdaus-Mu.. amiiin.
Allahuma shalli aala sayyidina Muhammad, Allahumma shalli wa salim wa barik alaik..
FP
FP