Selalu suka berbagi cerita sama kalian .. Jadi tau berbagai sudut pandang, banyak masukan, penilaian..
Selalu suka berbagi cerita sama orang ketiga yang tidak serba tau, pendapatnya murni tanpa keberpihakan yang subjektif :)
Selalu suka mendengar kalian juga melakukan hal yang sama, dalam mudah atau susah, nggak lupa ngajak diskusi. Makasih :)
Pada akhirnya sampai di kesimpulan yg menakjubkan, solutif. :)
Other Side
Assalamualaikum (Jawab salamnya dulu!) :). Tulisan-tulisan disini random alirannya. Tergantung letupan ide di kepala dan atmosfer hati. Agak Campur-campur, nggak ada alur. Soalnya daripada nganggur, mending sedikit ngaur(?)*kambuh*. Mohon dimengerti :p . Jadi.. Selamat melihat-lihat. Komen-komen yaaa :D
Sabtu, 15 Maret 2014
Sabtu, 01 Maret 2014
Rasa
Apa sebutan untuk orang yang mudah mengungkapkan emosinya? Ekspresif? Emosional? Pemarah? Cengeng?.
Apa sebutan untuk orang yang tidak mudah memahami perasaan orang lain? Cuek? Nggak peka? Egois?
Apapun, kadang saya berharap bisa seperti itu. Mau marah tinggal marah, mau nangis tinggal nangis. Nggak perlu merasa bersalah setelah marah, nggak perlu terlalu banyak berpikir untuk bilang 'nggak suka', nggak perlu tersiksa menahan kesal, biarlah orang berterima kasih atau tersinggung, siapa peduli? yang penting saya lega. Hah!
Apa sebutan untuk orang yang tidak mudah memahami perasaan orang lain? Cuek? Nggak peka? Egois?
Apapun, kadang saya berharap bisa seperti itu. Mau marah tinggal marah, mau nangis tinggal nangis. Nggak perlu merasa bersalah setelah marah, nggak perlu terlalu banyak berpikir untuk bilang 'nggak suka', nggak perlu tersiksa menahan kesal, biarlah orang berterima kasih atau tersinggung, siapa peduli? yang penting saya lega. Hah!
Senin, 24 Februari 2014
-Tanya-
Ini bukan tentang siapa benar atau siapa salah..
Ini tentang hakikat menyesali kesalahan dan memaafkan.
Ini bukan tentang keberpihakkan- siapa mendukung yang mana
Ini tentang kita yang kiranya paham makna persaudaraan
Ini bukan tentang kesalahanmu sangat besar atau kau tak mampu lagi menerima kenyataan
Ini tentang ; bagaimana kita dulu dan siapa yang selalu sedia siap menemani
Aku tidak pernah ingin menghakimi siapa benar atau siapa salah
aku hanya tidak mampu memahami seluruh keputusanmu, juga sikapnya
Siapa yang hilang siapa yang pergi
Dimana yang dulu dan apa yang saat ini
Siapa dirimu bagaimana semua terjadi?
Selain kalian hanyalah pendengar yang payah mendengar
Penasihat yang gagal menasihati
Penanya yang tidak pernah mendapat jawaban
Siapa tau masalah rasa?
Aku, si dia yang perih
hanya mampu meminta pada Sang Maha Penggenggam Hati
Ini tentang hakikat menyesali kesalahan dan memaafkan.
Ini bukan tentang keberpihakkan- siapa mendukung yang mana
Ini tentang kita yang kiranya paham makna persaudaraan
Ini bukan tentang kesalahanmu sangat besar atau kau tak mampu lagi menerima kenyataan
Ini tentang ; bagaimana kita dulu dan siapa yang selalu sedia siap menemani
Aku tidak pernah ingin menghakimi siapa benar atau siapa salah
aku hanya tidak mampu memahami seluruh keputusanmu, juga sikapnya
Siapa yang hilang siapa yang pergi
Dimana yang dulu dan apa yang saat ini
Siapa dirimu bagaimana semua terjadi?
Selain kalian hanyalah pendengar yang payah mendengar
Penasihat yang gagal menasihati
Penanya yang tidak pernah mendapat jawaban
Siapa tau masalah rasa?
Aku, si dia yang perih
hanya mampu meminta pada Sang Maha Penggenggam Hati
Jumat, 21 Februari 2014
Belajar Loncat
"Waktu itu ada temen saya bertanya tentang DNA. Dia anak Teknik, saya seorang sarjana Farmasi. Betapa malunya saya ketika pertanyaan sesederhana itu tidak mampu saya jawab dengan baik. Saya malu, dan sakit hati sama diri saya sendiri. Karena itu akhirnya saya ambil S2 biokimia.. gabungan ilmu farmasi dan kimia yang sudah saya pelajari, dan biologi yang mempelajari makhluk hidup." -Dosen Biokimia.
"Gue punya temen SMA yang dulu benci dan gabisa pelajaran kimia. Suatu hari dia dicela guru kimia karena nilainya yang selalu kurang dimata pelajaran itu. Dia sakit hati. Terus ngomong ke gue, 'liat aja, gue bakal buktiin kalo gue bisa'. Dan sekarang.. dia masuk Teknik Kimia ITB"-Seorang sahabat.
See? tak selamanya dendam harus dilampiaskan dengan rasa marah dan hal negatif. Ketika ada orang yang meremehkan kemampuan, lo bisa loncat untuk buktikan kalo lo mampu.
Juga alangkah lebih baik, kalo perbuatan itu didasari denganniat yang baik.. maksudnya, bukan berarti lo dikuasai rasa marah dan ketika lo udah mencapai apa yang lo mau, trus lo bisa sombong. Ya nggak gitu juga.. mungkin boleh jadi, kita memang perlu diingatkan dengan cara-cara unik untuk bisa tau kalo kita itu mampu. Haha
#yukkitaberbenahdiri
#sekian
Gabut di kampus
Huachim... entah sudah berapa kali gue bersin hari ini. Hampir 2 pak tisu udah abis dipake. Ahh.. betapa nikmatnya sehat itu.. *sluurrp*
Hey.. Udah lama gak mampir ke blog. Sebenernya sering buka, tapi bingung mau nulis apa, yaudah deh gak nulis nulis jadinya. Jadi, Pelajaran yang bisa diambil dari kasus ini adalah, jangan terlalu banyak mikir kalo mau nulis. Apa yang mau ditulis, ya tulis aja... editnya belakangan. wkwk
#pentingabis
#sekian :P
Hey.. Udah lama gak mampir ke blog. Sebenernya sering buka, tapi bingung mau nulis apa, yaudah deh gak nulis nulis jadinya. Jadi, Pelajaran yang bisa diambil dari kasus ini adalah, jangan terlalu banyak mikir kalo mau nulis. Apa yang mau ditulis, ya tulis aja... editnya belakangan. wkwk
#pentingabis
#sekian :P
Senin, 21 Oktober 2013
Lihat dari Sudut Berbeda
"Ketika kamu merasa masalahmu begitu berat dari orang lain, jangan risau, itu tandanya Allah yakin kalau kamu jauh lebih kuat dibanding mereka" -seorang teman, 2013 @pulau pari
Mungkin, bersikap tegar ketika badai masalah menghadang- terlihat begitu mudah secara teori, namun nyatanya nggak sesederhana itu, iya kan?
"Tuhan, saya lelah, amat sangat lelah.."
Hm.. Mengeluh itu bukan kesalahan kok, hanya saja jangan sampai mengeluh itu justru membuat masalah kita menjaaaadi lebih berat.
Ada beberapa cara nih, yang biasa diriku lakukan untuk -paling nggak- mengurangi beban masalah-masalah yang lagi dihadepin :) :
- Ketika kita enggan beraktivitas, jenuh dengan rutinitas yang tiada hentinya, penat dengan masalah.. Coba deh barang sejenak menyendiri, jalan-jalan keluar.. 'lihat ke bawah', naik angkutan umum,kereta ekonomi? ke rumah sakit, mungkin?
Sisihkan waktumu untuk berdiskusi dengan diri sendiri, melihat sekeliling, menyimak keadaan.."Ketika resah, gelisah, gerah banyak masalah.. ajak kakimu melangkah"
Perhatikan... ternyata masalah kita itu bukan apa apa, nggak seberapa.
Bosen sekolah bosen kuliah? heiii... diluar sana banyak (banget) anak kecil yang jam 10 malam pun masih berkeliaran ngamen di jalan. Alih-alih mikirin sekolah, buat makan aja susah :"
Jenuh dengan rutinitas? Kesel sama orang? heiii.. di luar sana banyak orang terbaring lemah nggak berdaya. Bahkan ada yang datang menjenguk aja mereka udah amat bahagia..
Lelah belajar? Kesal dengan tugas yang menumpuk? heeii.. kamu pikir semua anak di negri ini seberuntung kamu yang masih bisa mencicipi manisnya pendidikan?
"Cobalah melihat dari sudut pandang yang berbeda, dengan begitu kita akan lebih mudah bersyukur" -me - Nah, terus coba deh tersenyum. Bukan senyum palsu untuk menutupi pahit masalah lo, tapi senyum tulus yang mewakili kesanggupan lo bahwa masalah ini akan segera berakhir. Percaya deh, lega rasanya.
- Bantu orang lain, bahagiakan mereka. "Lhoh? gimana mau bantu orang lain? gue aja butuh bantuan.."
Coba dulu.. rasain nikmatnya ngeliat senyum orang lain karena lo. Gak usah yang ribet-ribet, simple aja.. misal, ngasih roti ke anak kecil yang ngamen di jalan atau apalah yang mungkin jarang di lakuin. :) - Nggak perlu mikirin hal-hal yang gak perlu dipikirin. Yang ada malah buang-buang waktu, capek sendiri. serius. Be independent! Lo orang merdeka, mandiri.. jangan peduli sama orang-orang yang 'gak penting', menghambat cita-cita lo. Dapet kritik membangun? ambil. Dizolimin? boleh marah, tapi yang CERDAS. Bales dengan cara yang anggun. Dan lihat efeknya. :)
Bersyukurlah.
Dan jika syukur ternyata tak singgah dengan kita, maka pilihlah sabar sebagai gantinya. Seperti Umar yang berkata, "Jika dunia ini hanya punya syukur & sabar sebagai kuda, aku tak keberatan menunggang yang mana saja"
Semangat! Yang Ikhlas yaa perjuangannya, supaya berkah.
Dan jika syukur ternyata tak singgah dengan kita, maka pilihlah sabar sebagai gantinya. Seperti Umar yang berkata, "Jika dunia ini hanya punya syukur & sabar sebagai kuda, aku tak keberatan menunggang yang mana saja"
Semangat! Yang Ikhlas yaa perjuangannya, supaya berkah.
Sekian :)
Senin, 01 Juli 2013
(Terserah mau ngasih judul apa)
Hey Jude~ lama nian tak ku sentuh halaman ini :)
1.51
Well, Izinkan si korban insomatus untuk mencurahkan kerandoman dan kegundahan hati #tsaaah
Monster insomatus menyerang negeri damsaijiw secara tetiba. Seluruh penduduk kabur dan berlari tanpa arah. Seorang pengelana muda yang kebetulan sedang berada di negeri itu ikut bingung dan tidak tau harus apa. Akhirnya dia bersembunyi dalam gua. Berhari-hari ia berada dalamnya.
Suatu hari,ia yakin monster insomatus sudah pergi menuju negeri sebrang, sejahbaha. Tapi entah mengapa kakinya begitu berat meninggalkan gua gelap nan pengap tersebut. Karena gelisah, pemuda itu tidak dapat tidur dua hari dua malam. Pernah sekali ia tertidur, namun terbangun karena mimpi buruk menyergapnya. Selama hidup dalam gua, dia mengambil air minum dari rintik hujan, berburu kelinci dan rusa. Tetap saja kegelisahannya tak jua sirna. Takut? Rindukah? entah rindu pada siapa. Kecewa? Bingung? mungkin saja. Hah, yang jelas dia menyadari satu hal, ternyata dia tak takut pada insomatus, tapi dia tetap tak mengerti penyebab kegelisahannya. Jangan menerka-nerka.
Langganan:
Postingan (Atom)