Assalamu'alaikum wr.wb.
Bismillahirrahmaanirrahim.
"Perumpamaan orang-orang mukmin dalam berkasih sayang dengan sesama mereka seperti satu tubuh. Jika salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh akan merasakan sakit" (HR. Bukhari & Muslim) :)
Begitulah Islam..
Islam mengajarkan arti kebersamaan dalam shaf shalat berjamaah "Luruskan dan Rapatkan"..
Islam mengajarkan arti kasih sayang lewat zakat dan shadaqoh..
Begitulah Islam..
Kita akan merasakan betapa nikmatNya menjalin persaudaraan karena rasa cinta kepadaNya.
Bukankah Allah juga mencintai orang2 yg bertemu dan berpisah karenaNya?
Ada sebuah kisah seru yang pernah saya baca. Begini potongan kisahnya :
.... Anak raja yang bernama Said itu, sangat gembira mendengar penuturan kisah ayahnya. Si kecil Said akan merasa jengkel jika di tengah-tengah ayahnya bercerita, tiba-tiba ada orang yang memutuskannya.
Terkadang, ketika sedang asyik mendengarkan cerita ayahnya, tiba-tiba pengawal masuk dan memberitahukan ada tamu penting yang harus ditemui oleh raja. Sang raja tahu apa yang dirasakan anaknya. Maka, dia memberi nasihat kepada anaknya, “Said, Anakku, sudah saatnya kamu mencari teman sejati yang setia dalam suka dan duka. Seorang teman baik, yang akan membantumu untuk menjadi orang baik. Teman sejati yang bisa kau ajak bercinta untuk surga.”
Said tersentak mendengar perkataan ayahnya. “Apa maksud Ayah dengan teman yang bisa diajak bercinta untuk surga?” tanyanya dengan nada penasaran.
“Dia adalah teman sejati yang benar-benar mau berteman denganmu,bukan karena derajatmu, tetapi karena kemurnian cinta itu sendiri, yang tercipta dari keikhlasan hati. Dia mencintaiumu karena Allah. Dan dengan dasar itu kau pun bisa mencintainya dengan penuh keikhlasan karena Allah. Kekuatan cinta kalian akan melahirkan kekuatan dahsyat yang membawa manfaat dan kebaikan. Kekuatan cinta itu juga akan bersinar dan membawa kalian masuk surga.” ...
Yap! "Bukan karena derajat mu, tetapi karena kemurnian cinta itu sendiri,yg tercipta dari keikhlasan hati" dan kekuatan cinta itu akan melahirkan kekuatan dahsyat yg membawa manfaat dan kebaikan, serta membawa kalian menuju surga..
Alangkah sayangngya jika indahnya jalinan persaudaraan itu rusak dan retak karena rasa iri,dengki dan kecemburuan.
Entah itu karena iri melihat sahabat mendapat nilai lebih bagus, lebih terkenal di sekolah, memiliki jabatan yg lebih tinggi,tidak bertindak sesuai yg kamu inginkan atau yg lainnya.
Ayo sekarang kita ber-sajak... :) :
Kalau engkau tak mampu menjadi beringin yang tegak di puncak bukit,
Jadilah belukar
tetapi belukar yang baik, yang tumbuh di tepi danau
Kalau kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, tetapi rumput yang memperkuat tanggul pinggiran jalan
Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya,
Jadilah saja jalan kecil,
Tetapi jalan setapak , yang Membawa orang ke mata air
Tidaklah semua menjadi kapten
tentu harus ada awak kapalnya….
Bukan besar kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu
Jadilah saja dirimu….
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri..
(T.Ismail)
Nah..
" Tidaklah semua menjadi kapten. Tentu ada awak kapalnya. Bukan besar kecilnya tugas yg menjadikan tinggi rendahnya nilai dirimu. Jadilah saja dirimu!. Sebaik-baiknya dirimu sendiri. " :))
Kalau Kita itu ibarat sebuah bangunan, maka jadilah bangunan yang kokoh. Meski kamu hanya sebagai batu bata kecil untuk mengganjal dan letaknya dibawah, tapi posisimu sangat berpengaruh untuk bangunan itu.
Kalau kita itu ibarat sebuah mesin, maka jadilah mesin yg bekerja secara sinergis. Meski posisimu hanya sebagai roda yg selalu terinjak, tapi keberadaan mu sangat diperlukan.
Karena...
dalam kehidupan ini, semua saling membutuhkan. Seorang pemimpin membutuhkan anggota untuk mencapai tujuan, dan anggota akan berantakan tanpa seorang pemimpin..
:D
Apakah kita sudah menjadi seorang sahabat sejati yg memiliki kemurnian cinta yg tumbuh dari keikhlasan hati untuk saudara/i kita sendiri?
“Kehidupan ini ibarat sebuah bangunan, yang terdiri dari batu bata, semen, pondasi, rangka besi, atap paku dan lain sebagainya. Semua itu diperlukan untuk menjadikan bangunan kokoh. Maka dari itu, peran antara paku dan batu bata serta bahan lainnya adalah sama. Jika peran kita menjadi paku, maka jadilah paku yang baik. Agar bangunannya tidak mudah runtuh” (Anonymous)
" Jika menjadi bata.. Janganlah iri akan peran semen atau paku.. Pun jangan selalu menginginkan menjadi bata yang paling diatas, paling terlihat.. Cukuplah اللّه yang Maha Melihat tau bahwa kita sudah menjalankan peran kita dengan baik. Dimanapun اللّه menempatkan kita :) " (sang Murabbi) :D
FP